Sabtu, 15 September 2018

Lentera hidup

Kisah Mandor Bangunan Dengan Tukangnya

Allah Menegur, Karena Dia Sayang 

Dikisahkan, seorang mandor bangunan yang sedang bekerja di sebuah gedung bertingkat, suatu ketika ia ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Mandor ini berteriak-teriak memanggil seorang tukang bangunan yang sedang bekerja di lantai bawahnya, agar mau mendongak ke atas sehingga ia dapat menjatuhkan catatan pesan. Karena suara mesin-mesin dan pekerjaan yang bising, tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya tidak dapat mendengar panggilan dari sang Mandor. Meskipun sudah berusaha berteriak lebih keras lagi, usaha sang mandor tetaplah sia-sia saja.

Akhirnya untuk menarik perhatian, mandor ini mempunyai ide melemparkan koin uang logam yang ada di kantong celananya ke depan seorang tukang yang sedang bekerja di lantai bawahnya. Tukang yang bekerja dibawahnya begitu melihat koin uang di depannya, berhenti bekerja sejenak kemudian mengambil uang logam itu, lalu melanjutkan pekerjaannya kembali. Beberapa kali mandor itu mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja yang ada di bawahnya untuk mau mendongak keatas. 

Tiba-tiba mandor itu mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai seorang pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit kejatuhan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari siapa yang melempar batu itu. Kini sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan dan diterima oleh pekerja dilantai bawahnya. 

Sahabat yang baik, untuk menarik perhatian kita manusia sebagai hambaNya, Allah seringkali menggunakan cara-cara yang menyenangkan, maupun kadangkala dengan pengalaman-pengalam an yang menyakitkan. Allah seringkali menjatuhkan “koin uang” atau memberikan kemudahan rejeki yang berlimpah kepada kita manusia, agar mau mendongak keatas, mengingatNya, menyembah-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan lebih banyak bersyukur atas rahmat-Nya. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkat, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya. Namun, sayangnya seringkali hal itu tidak cukup membuat kita manusia untuk mau mendongak keatas, mengingat kebesaran-Nya, menengadah kepada-Nya, mengagungkan nama-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. 

Karena itu, kadang-kadang Tuhan menggunakan pengalaman-pengalam an menyakitkan, seperti musibah, kegagalan, rasa sakit, kelaparan dan berbagai pengalaman menyakitkan lainnya untuk menarik perhatian manusia agar mau mendongak keatas. Menarik perhatian untuk mau menengadah kepada-Nya, menyembah kepada-Nya, mengakui kebesaran-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya. Dengan demikian, pengalaman-pengalam an menyakitkan yang kadang kala diterima manusia, hendaknya diterima sebagai peringatan dari Tuhan untuk menarik perhatian kita. Hendaknya hal itu membuat kita semakin mempererat hubungan dengan Allah atau “habl min Allah.” Hendaknya hal itu mengajarkan kita untuk mengakui kebesaran dan kekuasaan Allah, dan menyadarkan kita adalah makhluk-Nya yang sangat lemah dan tidak berdaya. 

Sahabat yang baik, sudah begitu banyaknya rahmat dan berkah Allah senantiasa mengalir setiap detiknya kepada kita semua manusia. Seperti memiliki pekerjaan yang baik, memiliki kesehatan yang kita rasakan, kelengkapan panca indra yang menopang kehidupan kita, mendapatkan rejeki yang kita nikmati setiap hari, keluarga yang bahagia yang kita miliki dan lain sebagainya. 

Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT yang tak ternilai harganya. Kini apakah Anda akan segera menengadahkan wajah kepada-Nya, ataukah menunggu Allah menjatuhkan “batu” kepada kita?

Mp

 manusia memang berbeda kondisinya antara orang yang satu dengan yang lainnya.  Keadaan manusia pun juga bisa berubah-ubah dari satu waktu ke waktu yang lain.  Kadang seseorang berada dalam masa kejayaannya lalu kemudian berubah menjadi seseorang yang biasa-biasa saja.  Dan begitu pun sebaliknya, orang yang tadinya miskin bisa berubah menjadi kaya raya dan kemudian miskin lagi.

Agar tidak pusing memikirkan perubahan hidup yang di luar harapan maka seseorang harus bisa menikmati hidup yang hanya sementara ini.  Hidup manusia yang hanya sekali harus dinikmati secara optimal agar tidak menyesal setelah meninggalkan dunia ini menuju alam akhirat.  Namun kenikmatan hidup yang dicari haruslah kenikmatan hidup yang sifatnya positif.  Kenikmatan hidup tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan juga aturan hukum ajaran agama yang berlaku.

Beberapa Cara Menikmati Hidup Dalam Suka dan Duka Pada Manusia / Orang :

1. Berpikir Positif

Dengan memiliki pikiran yang positif maka semua hal dilihat dari sisi kebaikannya.  Semua hal yang buruk-buruk tetap dianggap baik karena merupakan ujian hidup dari Tuhan dan sebagai sumber pengalaman berharga yang bermanfaat untuk pengambilan keputusan berikutnya serta dapat dijadikan cerita yang menarik bagi anak, cucu dan generasi muda yang belum banyak pengalaman hidupnya.

2. Tidak Ambil Pusing

Setiap menemui masalah hendaknya jangan diambil pusing.  Anggap saja sebagai suatu permainan (game) teka-teki yang mengasyikkan untuk dipecahkan.  Jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan dari orang lain yang lebih berpengalaman atau lebih banyak ilmunya.  Jika berada dalam tekanan, maka jalanilah dengan santai dan jangan sampai membuat mental menjadi tersiksa.  Ubah kondisi yang ada menjadi nyaman dan mengasyikkan agar masalah yang sedang dihadapi bisa diselesaikan dengan nyaman.

3. Mendahulukan Prioritas Hidup Utama

Setiap manusia harus mendahulukan prioritas hidup yang paling utama terlebih dahulu, baru kemudian bisa menikmati hasilnya.  Terlihat menderita di awal adalah sesuatu hal yang wajar sebagai bentuk pengorbanan hidup menuju hidup yang lebih nikmat.  Contohnya yaitu seperti perjuangan belajar mencari ilmu dan keterampilan, perjuangan memulai usaha atau karir dari nol, perjuangan mencari pasangan hidup, perjuangan memiliki rumah masa depan, perjuangan membangun penghasilan pasif, dan lain sebagainya.  Hindari memprioritaskan hal-hal yang tidak penting (tidak vital).  Tentunya semua itu dilakukan secara ikhlas, serius tapi santai.

4. Ikhlas dan Bersyukur

Walaupun terlihat sederhana, keikhlasan bisa membantu orang untuk menerima hal yang paling sulit sekalipun.  Setiap segala sesuatu yang dimiliki disyukuri dengan penuh keikhlasan.  Pemberian dari Allah SWT adalah sesuatu yang luar biasa walaupun sangat sedikit jumlahnya.  Kekayaan dan kenikmatan hidup lainnya yang tidak didapatkan dalam kehidupan di dunia mungkin bisa didapatkan di akhirat kelak dalam jumlah yang berlipat-lipat ganda.

5. Sering Melihat ke "Bawah"

Sering-seringlah melihat penderitaan orang-orang yang tidak lebih beruntung dari diri kita.  Hal itu tentu akan membuat kita merasa seperti orang yang sangat beruntung di dunia ini.  Ketika melihat ke "atas", maka ingatlah bahwa setiap segala sesuatunya harus dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.  Orang yang lebih banyak mendapatkan kenikmatan hidup tentu akan lebih banyak dimintakan pertanggungjawabannya.  Hal itulah yang akan membuat diri kita merasa beruntung dan bisa menikmati hidup lebih nikmat dari sebelum-sebelumnya.

Semoga diri kita terhindar dari sifat buruk iri, dengki, selalu bersedih hati, minder, kikir, dan lain sebagainya.  Dengan begitu kita akan dapat menikmati hidup kita dengan lebih sempurna.  Jadilah orang yang baik agar orang lain bisa meniru keteladanan diri kita dan memberikan kebaikannya kepada diri kita.  Mudah-mudahan tulisan yang singkat dan sederhana ini bisa bermanfaat bagi kita semuanya, terima kasih